Bismillahiraahmaanirrahiim
Pemateri : Ust. Dr. Agus Setiawan, LC, MA.
Tanggal : Sabtu, 17 Rabi'ul Awwal 1440 H/ 23 November 2018 M
Waktu : 18.30 - 20.10 WIB
Tempat : Masjid Daarut Tauhiid, Bandung
3 Alasan Penting Obsesi Tinggi
1. Hanya orang-orang yang memiliki uluwwul himmah (obsesi tinggi) yang akan kuat mengemban beban yang berat
Pemateri : Ust. Dr. Agus Setiawan, LC, MA.
Tanggal : Sabtu, 17 Rabi'ul Awwal 1440 H/ 23 November 2018 M
Waktu : 18.30 - 20.10 WIB
Tempat : Masjid Daarut Tauhiid, Bandung
3 Alasan Penting Obsesi Tinggi
1. Hanya orang-orang yang memiliki uluwwul himmah (obsesi tinggi) yang akan kuat mengemban beban yang berat
- Imam Ibnul Qayyin rahimahullah berkata, "Seorang pendaki jalan ke Surga mesti memiliki semangat tinggi yang akan memudahkan dan mengantarkan ke tujuan. Juga perlu ilmu yang akan menerangi dan menunjukan jalannya"
2. Uluwwul Himmah yang akan mengukur manusia secara umum dan para Perindu Surga khususnya.
- Orang sehat cenderung kikir. Tapi ketika sakit langsung baik.
Hedonism Treadmill
- Selalu bilang "Jangan sekarang, nunggu banyak"
- Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah swt. akan melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim No. 2564)
- Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan maksud hadits tersebut, "Manusia diklasifikasikan berdasarkan semangat mereka dan bukan karena rupa mereka"
3. Ummat saat ini memerlukan orang-orang yang berobsesi meraih Surga Allah swt.
- Seorang penyair di Palestina melantunkan:
"Maka siapa lagi yang akan mengangkat ummat yang tengah tenggela jika kita juga termasuk yang tenggelam."
Ciri orang yang Punya Obsesi Tinggi
1. Tidak berhenti jika mendapat halangan atau tantangan
- Halangan itu bisa keerbatasan fisikm miskin, tua, dll
- Lihatlah Abdullah bin Ummi Maktum ra. walaupun buta tetapi datan kepada Nabi saw. untuk mengucapkan ua kalimat syahadat. Sebab itu turun surat 'Abasa.
- Seorang Syaikh pernah bertanya kepada seorang anak buta yang hafidz, "Apakah engkau pernah meminta kepada Allah untuk bisa melihat?" Lalu anak itu menjawab "Aku takut jika mata ku dapat melihat, mata ku ini melihat yang tidak Allah suka"
- Contoh lain adalah Abu Ayyub Al-Anshoriy ra. walaupun sudah tua, namun beliau tetap ingin jihad. Anak-anaknya melarang. Namun beliau bersikeras bahkan membacakan firman Allah swt. "Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dnegan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah (TQS. At-Taubah : 41)
2. At- Tahollul Minal Rukhshah (Tidak banyak mengambil keringanan-keringanan)
- Perindu Surga yang memiliki obsesi tinggi tidak mencari keringanan itu.
- Seorang Muslim akan menjadi pemalas jika selalu mengambil keringanan-keringanan atau dispensasi dalam beramal
3. Al-Istidrook maa faat (Memperbaiki masa lalu)
- Kita saksikan bagaimana sahabat Anas bin Nadhr yang gigih dalam perang Uhud sebagai penyesalan atas ketidaksertaannya di Perang Badar. Anas bin Nadhr lalu yang paling semangat di Perang Uhud.
- Allah swt. berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 23: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),"
- Begitu juga sahabat Abu Sufyan dan Ikrimah ra., "Sebanyak apa harta yang aku serahkan saat menghalangi dakwah Islam, maka aku ganti sejumlah harta yang sama, bahkan lebih untuk sedekah di jalan Allah swt."
- Kisah nyata hotel Sofyan yang Syariah. Dulu sebelum syar'i pernah hotelnya menjual khamr dan menjadi tempat maksiat. Maka keuangan yang didapat dan digunakan untuk itu ditelurusi dan diganti oleh pemilik hotel untuk membersihkan hartanya.
Faktor yang Membuat Tinggi Obsesi
1. Dzikir membuat hati kuat, dan membuat obsesi tinggi dan hubungan dengan Allah semakin langgeng
- Imam Ibnul Qoyyim berkata, "Dzikir membuat hati menjadi hidup"
- Bernafaslah dengan nafas yang mengingat Allah.
- Imam Al-Auza'i tinggal di Masjid. Ketika ditanya oleh salah seorang imam sholat di salah satu masjid mengenai dari mana makanan yang didapat oleh Imam Al-Auza'i maka Imam Al-Auza'i menjawab "Orang yang ragu dengan Rezeki. Maka ia ragu dengan Allah"
2. Bersahabat dengan Orang yang Berobsesi Tinggi Surga
- Nabi saw. bersabda, “Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)
- "Jadilah seperti muslim dan muslimah yang seperti kupu-kupu. Yang dengan tidak berucap, sudah indah" -Pendakwah Iraq-
3. Membaca Sirah orang-orang Shaleh
- Abdullah bin Mubarok adalah seorang tabiut tabi'in akan tetapi beliau 'duduk' bersama para sahabat Nabi saw. dengan cara membaca sejarah dan atsar mereka.
Penghambat Obsesi Perindu Surga
Dosa dan Kemaksiatan
- "Betapa banyak pandangan (yang haram) menghalangi seseorang dari Qiyamullail. Bertapa banyak suapan makanan (yang Syubhat dan Haram) yang menghalangi dari membaca Al-Qur'an"
- Imam Al-Ghazali "Sebagaimana shalat menghalang seseorang dari perbuatan keji dan munkar. Maka perbuatan keji dan munkar menghalangi seseorang dari shalat dan kebaikan lainnya."
- Imam Ibnul Jauzi "Seseorang yang bisa melihat. Orang itu akan terpeleset juga oleh kulit pisang."
Wallahu'alaambisshawaab

Comments
Post a Comment